Selasa, 06 Desember 2011

Empat Hal yang Dapat Anda Lakukan untuk Menaklukkan Dalih Kesehatan


Vaksin terbaik untuk mencegah dalih kesehatan terdiri atas empat dosis:
1.    Jangan berbicara tentang kesehatan anda
Semakin anda berbicara suatu penyakit, bahkan cuma pilek, semakin buruk tampaknya penyakit itu. Berbicara tentang cuaca buruk sama seperti menaburkan pupuk di atas rumput. Selain itu, berbicara tentang kesehatan Anda adalah kebiyasaan yang buruk.kebiasaan ini membosankan orang lain. Kebiasaan ini membuat Anda tampak egosentris dan nyinyir. Orang yang berpikiran sukses mengalahkan kecenderungan alami untuk berbicara tentang kesehatan mereka yang “buruk”. Orang mungkin mendapatkan sedikit simpati, tetapi ia tidak mendapatkan respek dan loyalitas dengan menjadi pengeluh kronis.
2.    Jangan khawatir tentang kesehatan Anda
Dr. Walter Alvares, pensiunan konsultan untuk Mayo Clinic yang terkenal di dunia, menulis: “Saya selalu meminta kepada orang-orang yang suka cemas untuk melatih kendali diri. Sebagai contoh: ketika saya melihat laki-laki ini, (orang yang yakin bahwa dirinya mengidap penyakit kandung empedu walaupun delapan pemeriksaan sinar-X yang terpisah memperlihatkan bahwa organ tersebut sepenuhnya normal) saya memintanya berhenti meminta agar kandung empedunya diperiksa dengan sinar-X. saya meminta ratusan orang yang khawatir mengenai jantung mereka untuk berhenti menjalani eektrokardiogram”.
3.     Bersyukurlah secara tulus bahwa kesehatan Anda baik sebagaimana adanya.
Anda baik sebagaimana adanya. Ada sebuah pepatah kuno yang pantas diulang: ”Saya merasa kasihan kepada diri sendiri karena saya mempunyai sepatu butut hingga saya bertemu dengan orang yang tidak mempunyai kaki”. Daripada mengeluh tentang “perasaan tidak enak badan”, jauh lebih baik bersyukur bahwa Anda sehat sebagaimana adanya sekarang. Hanya dengan bersyukur akan kesehatan yang Anda miliki merupakan vaksinasi yang manjur terhadap berkembangnya penyakit baru dan penyakit yang sesungguhnya.
4.    Sering-sering ingatkan diri Anda: ”Jauh lebih baik letih karena bekerja daripada letih karena menganggur”.
Hidup adalah untuk dinikmati. Jangan disia-siakan. Jangan melewatkan hidup dengan berpikir diri Anda akan berbaring di ranjang rumah sakit. Tetapi Anda Harus Mempunyai Otak yang Cerdas untuk Berhasil.
Diambil dari Buku "Berpikir dan Berjiwa Besar" hal 35-36
 
       

Minggu, 04 Desember 2011


Rintik hujan menyejukkan hati dan pikiran yang sedang gundah,
menanti hari depan yang lebih indah,
air mengalir bagaikan hari-hari yang kian berlalu,
meninggalkan bekas, membekas di tanah membentuk titik-titik.
Seperti hari-hari kemarin, masih membekas tentang semua kejadian yang terjadi.
Masih terukir dalam pikiran ini
Semuanya telah kalian berikan
Tlah kalian lakukan
Tlah kalian perjuangkan
Mati-matian kalian memperjuangkannya demi membahagiakan kami,
kami anakmu yang selalu menjadi beban untuk kalian.
Maafkan anakmu ini yang belum bisa membalas semuanya,
belum bisa membahagiakan kalian,
doakan Kami. ..
Makasih untuk semuanya
Aq rindu kalian ^_^

Kamis, 27 Oktober 2011

Kenapa???


Hari telah berubah menjadi siang,
semua orang telah bergegas memulai aktivitasnya.
Hanya aku yang masih terpuruk sendiri di kamar.
Menahan dinginnya angin di pagi hari,
tadi hanya sempat mengambil air wudhu.
Selebihnya hanya bisa termenung sendiri dalam pojok kamar yang sempit.
Menatap celah-celah cahaya yang masuk membentuk titik-titik,
Terlihat seperti bintang, indah kelihatannya
Tapi entah pikiran ku kemana??? Entah memikirkan apa
Badan terasa ga karuan akhir-akhir ini
Semuanya terasa gelap padahal hari sudah siang
Jangan jadikan hamba-Mu ini orang yang lemah
Menahan semua ini……
Berikan kekuatan agar bisa bertahan untuk selalu
Mensyukuri Karunia-Mu.